Episode 2 A Love So Beautiful versi Korea ini mulai bagus meski plotnya terasa cepat padahal versi China gitu juga sih HAHHAHAHHA. Mungkin karena udah pernah nonton versi China kali ya, jadi memang udah ketebak adegannya, cuma beda feel-nya aja. Aku juga mulai dapet nih akting Kim Yo Han sebagai Heon, meski senyumnya masih imut tapi pas sedih kerasa banged aktingnya T_T
Sol-i dan 4 temannya Heon, Dae Sung, Ha Young dan Jin-hwan sedang makan siang di kantin sekolah. Dae Sung yang sejak pandangan pertama memang tertarik pada Sol-i mulai menunjukkan perhatiannya dengan membagi tonkatsu miliknya dengan alasan kalau dia sedang menjaga berat badan. Hal itu membuat Heon sedikit cemburu, dikit aja. Sol-i sama sekali nggak mikir banyak sih pada perhatian Dae Sung karena Sol-i hanya tertuju pada Heon. Sementara itu Jin Hwan yang mendengar kalau Dae Sung sedang diet mulai menemukan ide cara menurunkan berat badan yang praktis, yaitu karaoke. Awalnya mereka tidak tertarik, Dae Sung dengan alasan kalau dia harus latihan, sedangkan Heon mengatakan ia harus belajar. Tapi pada akhirnya mereka berlima pergi karaoke juga. Mereka asik menyanyi. Heon kelihatan terpesona pada Sol-i yang menyanyikan lagu 'Loveable'nya Kim Jong Kook, padahal suaranya pas-pasan. Tapi makin seru saat Ha Young, Dae Sung dan Jin Hwan ikutan nyanyi. Cuma Heon yang nggak nyanyi dan hanya menatap Sol-i dengan tatapan malu-malu. aih.
Satu menit sebelum waktu karaoke berakhir, semuanya menatap ke arah Heon dengan tatapan meminta Heon untuk menyanyi. Heon bukannya nggak paham tatapan itu sih, dia paham betul kalau teman-temannya meminta dia untuk menyanyi. Sayangnya adegan langsung di skip setelah mereka keluar dari tempat karaoke. Dae Sung dimarahi pelatihnya karena bolos latihan hari ini, tapi tentu saja ia tidak mengatakan apa-apa pada yang lain. Dae Sung mengajak Sol-i untuk melihat latihannya (atau pertandingan ya?) pada hari minggu dan Sol-i bukannya nggak mau tapi dia nggak punya uang untuk membayar karcis masuk ke kolam renang. Dae Sung meminta Sol-i jangan khawtair karena masuknya gratis + dia akan mentraktir Sol-i makan malam. Jin Hwan menyinggung karena Dae Sung hanya mengajak Sol-i saja tapi Dae Sung mengatakan tentu saja dia juga mengajak yang lain, kalau ada waktu datang saja. Semuanya senang.
Tapi kesenangan itu tak berlangsung lama, karena tiba-tiba mereka melihat kepala sekolah ada disekitar sana dan mereka cepat-cepat akan kabur. Sol-i panik karena sepedanya hilang. Jin Hwan panik karena dia lupa password membuka kunci sepedanya, alhasil ia mengangkat sepedanya karena panik dan berputar-putar. Sol-i hampir kena sepeda Jin Hwan, tapi untung Dae Sung dengan sigap menarik Sol-i dan membuat bahu Dae Sung kena sesuatu disana. Masih dalam keadaan panik, Dae Sung meminta Sol-i naik ke sepedanya dan mereka kabur. Kita bisa melihat kalau Dae Sung kesakitan karena bahunya terbentur, tapi ia berusaha terlihat baik-baik saja. Dan kejadian itu hanya Heon yang menyadarinya.
Sol-i tentu saja dimarahi oleh ibunya saat ibunya tahu kalau Sol-i menghilangkan sepedanya. Ibu akan memukul Sol-i dengan tulang apa sih itu saat ayah berusaha membela Sol-i. Sol-i mengakui kalau sepedanya hilang sata ia di toko buku dan ayahnya membela Sol-i karena Sol-i rajin banged ke toko buku. Ibu kesal banged karena ayah membela Sol-i. Ibu mengingatkan Sol-i kalau ia akan membelikan sepeda baru dan nggak mau Sol-i ke sekolah naik bus, dengan syarat Sol-i nggak boleh menghilangkannya lagi. Tapi Sol-i malah punya ide lain, ia sepertinya meminta ibunya jangan buru-buru membelikannya sepeda karena ia pengen numpang di sepeda Heon.
Sayangnya, keesokan harinya, Sol-i malah ke sekolah jalan kaki. Sepertinya sih Heon berangkat duluan. Untungnya Dae Sung melihat Sol-i dan mengajak Sol-i menumpang dengan sepedanya. Dae Sung menawarkan kalau ia bisa menjemput Sol-i tiap pagi selama Sol-i nggak punya sepeda. Tapi Sol-i menolak. Sol-i kemudian bertanya pada Dae Sung, kalau Dae Sung lagi sedih kira-kira Dae Sung pengennya apa atau apa sih yang Dae Sung inginkan dari seseorang jika Dae Sung sedih. Dae Sung berfikir sejenak dan menjawab kalau dia sih pengennya orang itu ada disisinya. Intinya nggak pengen apa-apa, cuma ada seseorang disampingnya. Sol-i mengerti dan mendapat ide bagus. Ya, pasti ada hubungan dengan Heon sih ya HAHAHAHHAHA.
Saat pelajaran membuat essay, Heon dan Hui Jin mendapat pujian dari guru. Sol-i diminta oleh guru untuk membacakan salah satu essay dan kebetulan itu adalah tulisan Heon. Sol-i senang banged donk. Essay itu berisi sepenggal kisah Heon dan sang ayah. Suatu hari saat Heon tersesat ia menahan air matanya, ia tidak boleh menangis. Tapi saat ayahnya menemukannya, ia tak bisa menahan air matanya dan menangis di pelukan sang ayah. Setelah itu keduanya pergi ke restoran jjajangmyeon kesukaan Heon dan menghabiskan waktu disana. Itu adalah waktu terpanjang yang Heon habiskan bersama sang ayah, karena sang ayah sibuk bekerja. Sol-i merasa nggak enak hati saat membaca kalimat terakhir itu dan Heon kelihatan gimanaaaaaa gitu karena tulisannya dibacakan di depan kelas.
Pulang sekolah, Sol-i bersama Heon. Ia mencoba menghibur Heon dengan mengajak Heon ke rumahnya untuk makan malam karena ibunya masak banyak. Tapi Heon menolak dan menyuruh Sol-i pulang dengan sepedanya, ia ingin pergi ke suatu tempat dulu. Sol-i ingin ikut dengan Heon, tapi Heon menolak. T_T
Heon ternyata pergi ke tempat kenangannya bersama sang ayah yang ia ceritakan dalam tulisannya itu.
Sol-i sedang bersama Ha Young di supermarket membeli banyak buah, membantu Heon mempersiapkan sesuatu karena pasti repot mempersiapkannya sendiri (kalau yang udah nonton versi China pasti tau itu untuk apa). Ha Young penasaran bagaimana sih rasanya menyukai seseorang dan Sol-i menjelaskan rasanya itu seperti kau berada di tempat yang gelap, tapi hanya orang yang kau sukai itu yang bersinar. Sol-i teringat kenangannya saat ia mengikuti Heon kemana-mana, Heon tampak bersinar-sinar di mata Sol-i. Sol-i kayak stalker sih mengikuti Heon ke rumah makan gitu dan sengaja memesankan makanan untuk Heon, jadi Heon kaget karena dia nggak pesan itu. Lalu Sol-i memanggil Heon dan mulai mengedip, memberikan kissu jarak jauh. HAHAHHAHAHA. Sol-i ini tipe yang lebay banged dan nggak menyembunyikan perasaannya dengan sikap malu-malu 😂
*ngomong-ngomong soal orang yang disukai yang terlihat bersinar-sinar, mungkin lebih tepatnya conscious/aware kali ya. Begitu kamu nyadar kamu suka sama seseorang, kamu tuh pengennya melihat ke arah orang itu terus, deket sama dia dan kamu nyadar dengan sendirinya dia ada dimana, bahkan dengan jarak yang jauh, kamu tuh tahu kalau itu dia XD XD XD
Hari minggu, Sol-i, Ha Young dan Jin Hwan datang ke kejuaraan renang yang diikuti oleh Dae Sung. Sol-i total banged sih sampai membuat papan ucapan untuk menyemangati Dae Sung. Dae Sung senang melihat teman-temannya mendukungnya dan ia berusaha semaksimal mungkin, sayangnya ia gagal meraih juara pertama. Ternyata selama ini Dae Sung selalu mendapat peringkat 1 dan ini pertama kalinya ia mendapat peringkat 2, jadi saat di wawancara, reporter bertanya bagaimana perasaan Dae Sung, tentu saja Dae Sung agak susah menjawabnya.
Saat Dae Sung bingung mau jawab apa, tiba-tiba Sol-i berteriak dari kursi penonton kalau Dae Sung sudah melakukan yang terbaik. Teman-temannya yang lain dan juga fansnya menyemangati Dae Sung. Melihat Sol-i yang tulus tersenyum dan memberikan thumb up 👍 padanya, tiba-tiba Dae Sung merasa kalau hatinya jauh lebih ringan. Kekalahan itu jadi nggak terasa seberat tadi karena disemangati oleh orang yang ia sukai. Aku rasa sebelumnya Dae Sung cuma merasa tertarik aja sama Sol-i, tapi pas episode ini, adegan ini, Dae Sung beneran jatuh cinta pada Sol-i. Menurutku lho.
Tapi tentu saja menjadi juara 2 tetap mengecewakan bagi pelatih Dae Sung. Ia kesal karena Dae Sung tidak bisa menjaga diri sebelum pertandingan dan bahkan sempat-sempatnya bilang dihadapan kamera kalau ia menjadi juara 2 tidak-lah buruk.
Ha Young dan Jin Hwan pulang duluan karena mereka ada acara. Sol-i masih disana karena ia merasa nggak enak pulang duluan tanpa pamit pada Dae Sung. Dae Sung menemui Sol-i di luar dan bersiap untuk mengajaknya makan malam, tapi Sol-i meminta maaf karena ia ada urusan penting jadi tidak bisa pergi bersama Dae Sung. Dae Sung mengerti dan meminta papan penyemangat buatan Sol-i. Sol-i awalnya menolak karena ia bahkan salah tulis nama Dae Sung menjadi Dae Sang. Tapi Dae Sung tetap ingin papan itu, sebagai gantinya ia memberikan medali perak-nya pada Sol-i. Sol-i merasa nggak enak, tapi Dae Sung tetap ingin memberikannya dan mengatakan ia akan mengupgrade-nya nanti saat ia memenangkan medali emas.
Malam itu adalah peringatan kematian ayah Heon. Heon menyiapkan semuanya sendiri. Ibu Heon tinggal di luar negeri dan tidak bisa datang, ia janji akan datang bulan depan, tapi Heon kelihatan nggak peduli. Sol-i tiba di rumah Heon saat Heon akan memulai upacara. Sol-i kaget karena Heon sudah menyiapkan semuanya dan meminta maaf karena ia datang terlambat padahal ia sudah membeli buah untuk upacara. Ia juga bertanya kenapa Heon memulai lebih awal, padahal harusnya setelah ibunya datang. Heon sedang bad mood saat itu dan menyuruh Sol-i pulang. Sol-i awalnya menolak dan ingin membantu, ia juga protes kenapa Heon nggak mau minta tolong hal-hal seperti ini. Heon kesal banged pada Sol-i dan ia meminta Sol-i jangan mengurusinya dan menyuruhnya pulang. Sol-i juga jadi kesal, ia melempar buah yang dibelinya dan pulang ke rumah.
Di rumah, saat makan malam Sol-i baru tahu kalau ibu Heon tidak bisa kembali ke Korea karena adik Heon, Geon sedang sakit. Ibu Sol-i merasa kesal juga sih, karena bagaimanapun Heon kan anak ibunya juga, masa pulang sesekali nggak bisa. Dan lagi, bagaimana ibu Heon meninggalkan Heon sendirian di Korea. Ayah berusaha menghentikan gibah ibu dengan mengatakan kalau ibu Heon pasti punya alasan sendiri. Ibu dan Ayah Sol-i membelikan sesuatu untuk Heon, kayaknya sih vitamin gitu dan meminta Sol-i untuk memberikannya pada Heon.
Sol-i sebenarnya agak malas juga karena ia dan Heon sedang bertengkar, tapi mau tidak mau ia tetap pergi ke rumah Heon mengantarkan vitamin itu. Pintu rumah Heon terbuka sejak sore, jadinya Sol-i bisa masuk bebas. Ia masuk dengan hati-hati sambil meminta maaf dengan kejadian sore tadi karena ia tak tahu kalau ibu Heon tidak bisa datang dan juga ia datang sekarang karena dipaksa oleh ibunya memberikan sesuatu pada Heon. Tidak ada komentar dari Heon sama sekali dan Sol-i baru menyadari kalau Heon sedang tidur di sofa. Sol-i cepat banged melupakan kekesalannya pada Heon dan malah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sol-i mendekati Heon yang tertidur dan sengaja menyentuh wajah Heon sambil senyam senyum sendiri. LOL.
Tapi kemudian Sol-i menyadari ada yang aneh. Ia merasa kalau suhu tubuh Heon lebih panas dari suhu tubuhnya dan menyadari kalau Heon sedang demam. Sol-i mengambil air dan handuk untuk kompres. Ia mengompres Heon yang masih tertidur. Dan Sol-i masih belum puas juga dengan kesempatan itu, ia malah senyam senyum melihat bibir Heon dan mulai berfikiran nakal mendekatkan wajahnya ke wajah Heon 😂
Sol-i berani banged mengambil kesempatan dari Heon yang sedang tertidur. Tapi belum sempat bibir mereka bertemu, Heon membuka matanya. Saking shocknya melihat Sol-i, Heon tidak bisa berkata apa-apa. Sol-i juga terdiam.
Epilog
1 menit sebelum karaoke berakhir, Heon sempat menyumbangkan suaranya. Aku rasa ini adalah kesempatan langka melihat Heon menyanyi, jadi semuanya fokus mendengarkan nyanyian Heon dengan suara merdunya (ya iya lah idol). Sayangnya, semuanya terhenti saat tiba-tiba musik berhenti, padahal waktu masih ada. Ternyata itu ulah Jin Hwan, dia pengen memencet tombol tepuk tangan, tapi malah terpencet tombol stop HAHAHAAHAH. Heon kayaknya malu banged dan segera keluar dari ruangan itu sementara yang lain kesal pada Jin Hwan dan memukulinya. 😂😂😂
Komentar:
Bisa dibilang aku lebih menikmati episode 2 ini dibanding episode pertama. Aku shock karena aku mulai suka akting Kim Yo Han sebagai Cha Heon. Akting sedihnya dapet banged, lebih bagus dari pada akting Hu Yi Tian di episode 2. Aku bisa merasakan dari binar mata Cha Heon yang sedih banged kehilangan sang ayah. Meski kenangannya nggak banyak bersama sang ayah, meski kenangan yang ia tulis adalah kenangan terpanjangnya dalam sehari bersama sang ayah, aku bisa melihat kalau ia sangat menyayangi sang ayah dan ia merindukannya.
Kalau aku nggak salah, alasan kenapa Jiang Chen tetap tinggal di China dan nggak ikut ibunya ke luar negeri itu karena keinginan Jiang Chen sendiri. Kalau aku nggak salah ingat sih ya, kayaknya dia nggak mau pisah dari Xiao Xi. Apakah alasan Heon di drama ini akan sama dengan versi aslinya?
Dae Sung memang sweetheart banged. Gawat nih kalau sampai kena sindrom second lead male lagi. Tapi beneran aku suka banged kalau liat dia perhatian dan senyum sama Sol-i. Agak berbeda dengan versi China, di versi Korea ini Sol-i datang ke kejuaraan bersama teman-temannya. Kalau nggak salah di versi China Xiao Xi datang sendirian dan dia sempat makan malam ditraktir Bosong. Dan bagaimana Bosong memberikan medalinya pada Xiao Xi juga lebih berkesan sih daripada di versi ini.
Ending episode 2 di versi China dan versi Korea ini jauh berbeda. Di versi ini dibuat agak lebay sih karena Sol-i berani banged mau mencium Heon yang lagi tidur dan berakhir dengan bertatap-tatapan, klise banged. Kalau di versi China, Xiao Xi membawa semua selimut keluar dan menimbun Jiang Chen yang sakit terlihat lebih realistis. Dia memang sempat menyentuh wajah Jiang Chen tapi ya cuma gitu aja. Dan ending versi China itu adalah saat akhirnya Jiang Chen menunggu Xiao Xi di parkiran dan akhirnya Xiao Xi berhasil naik ke belakang sepeda Jiang Chen. Sayang banged ending episode 2 nggak gitu, padahal kan pengen liat gimana reaksi Sol-i. Tapi mungkin sengaja dibuat agak lama untuk versi ini biar feel-nya dapet wkwkwkwkw.
0 komentar:
Posting Komentar