Di Episode 12 ini, para anak kost dan pria mereka melakukan perjalanan sehari untuk memetik apel di kampung halaman Eun Jae. Ini adalah usulan dari Jin Myung karena ia tidak tahan melihat anak kost murung. Awalnya ia melakukannya demi Ji Won, tapi ia menyadari kalau mereka semua membutuhkan liburan. Setidaknya melakukan sesuatu yang membuat mereka melupakan sedikit mengenai masalah mereka.
Sinopsis Hello My Twenties Season 2 Episode 12 Part 1
Tapi suasana di dalam kereta sangatlah suram. Anak-anak Belle Epoque sama sekali tidak bersemangat dengan perjalanan ini. Ji Won asik memandang ke luar jendela dengan banyak pikiran, Eun Jae seperti kehilangan jiwa, Ye Eun termenung, Jo Eun dalam posisi berfikir sambil menghela nafas, bahkan Jang Hoon juga termenung di kereta.
Jin Myung satu-satunya yang memperhatikan semuanya, ia menatap mereka satu per satu dan terlihat khawatir, terutama Ji Won.
Jin Myung kemudian mendapat sms dari Jae Hwan yang bertanya kenapa mendadak sekali mereka pergi memetik apel? Dia tidak tahu kalau mereka menyukai kegiatan seperti ini.
Kemudian Jin Myung teringat bagaimana tanggapan teman-temannya saat ia mengajak mereka, Ye Eun mengatakan ia paling benci hal itu, ia membuat alasan kalau ia alergi sinar matahari + sedang tidak mood memetik apel.
Tanggapan Jo Eun juga sama, ia kelihatan malas diajak dan katanya dia benci serangga, karena kebun biasanya banyak serangga.
Ia tentu saja mengajak Eun Jae, si pemilik kebun apel, tapi Eun Jae yang berdiam dalam selimut mengatakan kalau belakangan angin kencang sekali, kalau malam sangat dingin, perjalanan juga jauh, ia tidak mood untuk pulang kampung.
Kembali ke malam itu, anak-anak kost minus Ji Won berkumpul. Jin Myung mengatakan kalau Ji Won butuh sesuatu untuk dilakukan, walaupun diluar Ji won terlihat tegar, tapi ia merasa ada yang aneh.
Yang lain terkejut dan sama-sama menatap Jin Myung.
Jin Myung menceritakan kejadian minggu lalu, saat ia pulang belanja, ia melihat Ji Won termenung di taman. Jin Myung kemudian menghampirinya dan bertanya apa yang dilakukan Ji won disana.
Ji won menatap anak-anak yang bermain dan mengatakan kalau mereka anak kelas 4 SD, usia mereka sekitar 10 tahun tapi mereka sudah merasa mereka bukan anak-anak lagi. Tapi mereka masih anak-anak. Jika kelas 4 saja masih anak-anak, anak kelas 3 SD tentu lebih kecil lagi.
Jin Myung menatap Ji Won. Ji Won berkata, Tak peduli apa kesalahanku, waktu itu aku masih kecil. iya kan? Aku masih belum mengerti apa yang aku perbuat. iya kan? Jika salah satu anak itu berbuat jahat, bisakah dia disebut sebagai anak yang jahat? Tidak bisa. Iya kan?
Jin Myung membenarkan, mereka tak bisa menyebut anak kecil jahat. Ji won tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
Kembali ke rapat Belle Epoque, Jo Eun merasa tak ada yang aneh tapi Eun Jae merasa memang ada yang sedikit aneh.
Ye Eun tidak mengerti apa hubungan itu dengan memetik apel. Eun Jae mengatakan memetik apel sangatlah melelahkan, badan akan terasa lengket karena keringat dan leher juga akan pegal-pegal. Ia berfikir itu tak bisa dijadikan terapi.
JIn Myung terdiam. Kemudian ia melanjutkan, sebenarnya setelah itu ada kejadian lain.
Jang Hoon dan Haeimdal sedang berdua di luar. Jang Hoon sedang olahraga seperti biasa dan Haeimdal protes kalau hal seperti itu tidak akan bisa membentuk otot. Tapi Jang Hoon yakin ada hasilnya, ia bahkan menunjukkan otot lengannya.
Menurut Haeimdal otot lengan sangat mudah didapatkan, beda dengan otot perut. Ia kemudian memamerkan otot peritnya yang nggak kelihatan HAHAHAHAHAHA. Ada sih dikit. Jang Hoon sengaja menyentuh lemaknya wkkkwkwkwkw.
Karena merasa dihina, Haeimdal membuka baju untuk pamer. Jang Hoon juga nggak mau kalah dan membuka baju juga, Ternyata otot perut Jang Hoon lumayan HAHAHAHAHA. Haeimdal jadi kesal karena ia kalah.
Saat keduanya sedang pamer otot siapa yang lebih bagus, Ji Won dan Jin Myung kembali.
Ji Won menyapa mereka dan mereka berdua panik segera melindungi dada masing-masing.
Tapi Ji Won malah nggak tertarik dan langsung masuk. Jin Myung terkejut dengan hal itu, seorang Song Ji won tidak tertarik dengan pria yang buka baju HAHAHHAAHA.
Anak-anak Belle Epoque yang lain juga tak percaya Ji Won langsung masuk ke rumah tanpa menggoda mereka.
Itu sebabnya Jin Myung khawatir. Dan anak-anak yang lain juga mengerti kenapa Jin Myung kahwatir dan akhirnya setuju untuk pergi memetik apel demi terapi Ji Won.
Begitulah Jin Myung mengajak Ji won malam itu dan Ji won bersedia ikut karena semuanya ikut.
Satu-satunya yang excited dengan perjalanan ini, tanpa beban adalah Kwon Ho Chang. Ia duduk disamping Ye Eun dan asik memotret dengan kameranya. Ye Eun tidak mood dipotret karena ia sedang dalam keadaan tak bagus. Ia sibuk meminta Ho Chang menghapus foto dan Eun meminta mereka berdua diam, jangan berisik. LOL.
Eun bad mood banged hari itu.
JIn Myung memperhatikan semuanya dan menambahkan pesannya pada Jae Hwan, kalau perjalanan ini, mereka semua membutuhkannya, bukan hanya Ji Won.
Karena situasi mereka sekarang benar-benar suram.
Perjalanan panjang dan semuanya hanya berdiam diri, Jin myung merasa kalau ia harus melakukan sesuatu. Ia bertanya pada mereka apakah ada topik menarik.
Tapi semuanya diam, mereka sama sekali tidak bergerak, pokoknya udah kehilangan jiwa semuanya, pada termenung.
Ho Chang satu-satunya yang menanggapi dan mulai menceritakan tentang ahli matematika Polandia yang menemukan perhitungan dasar yang baru. Yang lain nggak tertarik dan Ye Eun mengatakan itu tidak menarik, meminta Ho Chang diam HAHAHHAHAHA.
Suasana kembali sepi dan Jin Myung merasa ia harus melakukannya sendiri, ia mulai menceritakan kejadian saat ia dan timnya makan malam, sebuah lelucon pelesetan kata dan Jin Myung ketawa sendiri sementara yang lain diam, krik krik banged. HAHAAHAHA.
Jang Hoon berkomentar kalau biasanya ia akan menganggap lelucon seperti itu lucu, tapi yang ini sama sekali tidak lucu.
Tapi kemudian Ho Chang tertawa dan yang lain bingung apanya yang lucu, ia malah menjelaskan mengenai pelesetan kata secara ilmiah dan membuat semua orang menghela nafas. Jin Myung dan Ho Chang gagal.
Pada akhirnya tidak ada yang tertawa lagi, tidak ada yang lucu, semuanya diam selama perjalanan mereka ke kampung halaman Eun Jae.
Anak-anak sudah keluar dari kereta dan berjalan kaki menuju desa tempat orang tua Eun Jae tinggal. Ho Chang sibuk dengan kameranya memotret mereka, meminta mereka tersenyum dan lain sebagainya. Pokoknya dia satu-satunya yang heboh.
Saat mereka memasuki desa, Ho Chang mengajak mereka berfoto bersama di tugu selamat datang, tapi yang lain tak tertarik.
Jin Myung merasa ini kesempatan bagus dan mengajak mereka untuk berbaris, mengambil gambar bersama-sama.
Akhirnya mereka berbaris juga, meski sama sekali tidak tertarik, tidak bersemangat.
Yang tersenyum hanya Ho Chang dan Jin Myung. Yang lain cemberut, nggak fokus, termenung. omg T_T
Akhirnya rombongan sampai ke rumah Eun Jae dan disambut oleh ayah dan ibu Eun Jae (KYAAAA, masih sama dengan season 1).
Ibu menyambut mereka semuanya yang datang setelah melalui perjalanan jauh untuk membantu memetik apel.
Ibu mengomentari kalau puterinya wajahnya berubah dan menuduh dia melakukan operasi plastik selama di Seoul HAHHAHAHAHAH (Ngakak ini penulisnya bisa aja wkkwwkkw, kemaren episode 1 Ji won yang bilang kalau Eun Jae tampak berbeda, sekarang orang tuanya sendiri HAHHAHAAHHA).
Meski ibu akhirnya bilang dia bercanda. Ia kemudian bersemangat mengajak semuanya untuk meletakkan barang mereka dan segera bersiap bekerja.
Yang lain kaget karena mereka akan langsung bekerja. Ibu mengatakan mereka datang untuk memetik apel bukan liburan, tentu saja harus langsung bekerja. Ia menyuruh mereka cepat bersiap HAHAHHAHA.
Para pria ikut ayah untuk mengambil tempat apel yang sudah dipetik.
Ia memberikan 2 buah untuk 1 orang, tapi Haeimdal meminta 4 sekaligus. Mendengar itu, Jang Hoon tidak mau kalah dan meminta 4 juga HAHHAHAHAAH.
Ayah senang karena mereka rajin dan bersemangat bekerja.
Para wanita minus Eun Jae di kebun apel bersama ibu, ibu menunjukkan bagaimana cara memetik apelnya dan yang bagaimana yang harus dipetik. Eun Jae karena sudah paham cara memetiknya, ia langsung bekerja.
Ia memberikan ember pada mereka dan mereka mulai pergi ke posisi masing-masing.
Jin Myung masih mengkhawatirkan para adik-adiknya, ia memperhatikan mereka satu per satu. Jo Eun dan Ji Won yang langsung bekerja. Ye Eun yang petikan pertama apelnya ia makan.
Saat ia melewati Eun Jae, Jin Myung melihat Eun Jae berhenti bekerja dan hanya menatap sedih ke bawah, ia menangis. Jin Myung bingung apa yang terjadi dan mendekatinya.
Ia bertanya ada aoa dengan Eun Jae.
Eun Jae menangis dan berkata, burung itu...
Jin Myung bingung, burung itu kenapa?
Eun Jae berkata, burung yang sedang berkicau itu.
JIn Myung tahu dan bertanya lagi, iya, burungnya kenapa?
Eun Jae makin menangis, skylark.
Jin Myung benar-benar tak mengerti dengan burung itu dan Eun Jae meninggalkannya. Jin Myung khawatir dan menatap kepergian Eun Jae.
Ia teringat suatu malam Eun Jae pulang dengan pakaian basah kuyup. Ia tidak mengatakan apapun dan berjalan ke kamar dengan kaos kaki basahnya.
JIn Myung yang khawatir melihatnya di kamar. Pakaian Eun Jae yang basah ada di lantai sementara Eun Jae menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Jin Myung tahu terjadi sesuatu tapi ia tidak bertanya.
Tengah malam, Jin Myung terbangun karena ponselnya dan menyadari Eun Jae tidak ada di tempat tidurnya.
JIn Myung keluar mencari Eun Jae dan mendengarkan ada suara di kamar mandi, ia membuka pintu kamar mandi dan melihat Eun Jae sedang menyikat boneka.
Eun Jae mengatakan kalau ada bajunya yang luntur dan nodanya mengenai boneka itu, ia ingin membersikannya sebelum membekas, tapi ternyata sudah tidak bisa, karena sudah terlalu lama, sekeras apapun ia menyikat, nodanya tidak mau hilang.
Awwwwwww ini mengenai hati Eun jae yang terluka T_T terlanjur membekas dan tak bisa dilupakan.
Hari berikutnya, Eun Jae sibuk di dapur memanggang roti dan melapisi dengan selai. Masalahnya adalah ia memanggang tidak hanya satu atau 2 roti, tapi sepertinya sekitar 4 bungkus atau lebih, tentu saja Jin Myung terkejut.
Eun Jae mengatakan ia tak bisa tidur jadi ia membuatkan sarapan untuk semuanya.
Dan begitulah pagi itu anak-anak makan roti yang dibuatkan Eun Jae. oMG, segunung!
Sepertinya mereka sarapan dengan itu selama beberapa hari HAHAAHA.
MAlam berikutnya, Eun Jae menghilang lagi, ia tak ada di tempat tidurnya.
Jin Myung khawatir dan mencarinya di kamar mandi, tapi Eun Jae tidak ada.
Jin Myung melihat sendal rumah Eun Jae menghadap ke pintu dan berfikir Eun Jae keluar, jadi ia mencarinya di luar.
Jin Myung terkejut Eun Jae duduk di atap malam-malam.
Kembali ke kebun apel, Jin Myung masih mengkhawatirkan Eun Jae saat ibu mendekatinya dan protes karena JIn Myung salah memetik apelnya, ia tidak menyisakan tangkai di apelnya. Ibu mengomelinya karena itu apel yang bagus-bagus pula. Jo Eun dan Ye Eun datang mendekati mereka, mereka tak percaya Jin Myung melakukan kesalahan seperti itu.
Jin Myung ingin mengatakan kalau itu adalah keranjang petikan Eun Jae, tapi ibu malah bertanya memangnya kenapa dengan puteriku? Dia memetiknya bagus kok.
Dan mereka melihat Eun Jae sudah memetik di pohon lainnya. Jin Myung akhirnya tidak bisa mengatakan apapun.
Pekerjaan memetik apel terus berlangsung, Ji Won bekerja dengan baik.
Jin Myung bekerja sambil mengkhawatirkan anak kost lain. Haeimdal datang mendekatinya dan bertanya apakah Jin MYung butuh sesuatu. JIn Myung mengatakan tidak.
Haeimdal mengerti, kalau butuh sesuatu bisa langsung bilang padanya.
Ye Eun sendiri memetik sambil terus makan apel HHAHAAHAHA.
Ho Chang yang tenaganya paling lemah diantara pria sering istirahat karena kelelahan.
Sementara Jang Hoon dan Haeimdal masih berlomba siapa yang lebih kuat, siapa yang lebih keren, pokoknya mereka nggak mau kalah dan bekerja dengan penuh semangat HAHAHHAHA.
sampai-sampai mereka rebutan mendorong gerobak dan apelnya berjatuhan, HO Chang akan melapor pada ibu tapi mereka membungkam mulut Ho Chang HAHAHHAHAHAHHA.
Selama bekerja itu, Jin Myung tak bisa melepaskan pandangan dari anak-anak kost, ia selalu mengamati mereka satu per satu dengan penuh rasa khawatir.
Pada akhirnya hari pun sudah siang dan semuanya dipanggil untuk makan siang. Mereka semua kembali ke rumah dan makan.
Jin Myung masih saja tak bisa lepas dari anak kost, sambil makan ia memperhatikan mereka, ia melihat Eun Jae yang tak selera makan dan Ji won yang tidak bersemangat makan.
Saat Jang Hoon meminta tissu yang ada di hadapan Eun, Eun tidak mengambilkan dan malah sibuk makan, akhirnya Jin myung mengambilkan untuk Jang Hoon. JIn Myung kemudian menyadari aklau terjadi sesuatu antara Eun dan Jang Hoon.
Ye Eun sendiri tidak makan banyak, bahkan sepertinya ia tak menyentuh nasinya. Ia mengatakan kalau ia masih kenyang karena kebanyakan makan apel tadi.
Haeimdal menggunakan kesempatan itu untuk meminta nasi Ye Eun, ia makan dengan lahap seperti biasa.
Jin Myung sangat khawatir, ia terus menatap Ye Eun yang bangkit dan pergi cuci tangan.
Jin Myung terus mengkhawatirkan temannya sampai ia lupa menyuap nasinya sendiri. Ibu menegurnya untuk segera makan karena yang lain sudah selesai.
Jin Myung mengerti dan melanjutkan makannya. Tapi matanya kembali menangkap Eun Jae yang selesai makan dan pergi dari sana, ia khawatir lagi dan berhenti makan.
Setelah makan, waktunya istirahat.
Jang Hoon dan Haeimdal asik main game.
Ye Eun dan Ho Chang asik pacaran berdua.
JO Eun sibuk dengan HP-nya.
Ji won, Ayah dan Ibu mencoba tidur, tapi karena Jang Hoon & Haeimdal berisik, mereka jadi susah tidur. Akhirnya Jang Hoon dan Haeimdal pindah tempat.
Jin Myung memperhatikan mereka semuanya dan ia menyadari kalau Eun Jae tidak ada disana.
Jin Myung khawatir dan mencarinya.
Awwww Yoon Sunbae~ fighting!
Jin Myung menemukan Eun Jae duduk di bukit dan menghampirinya. Ia bertanya apa yang sedang dilakukan Eun Jae.
Eun Jae mengatakan kalau ia mengamati angin. Kalau mereka melihat ke arah pohon, mereka bisa melihat arah angin. Dan mereka merasakan angin yang berhembus dan pergi.
Eun Jae bertanya apakah dia sudah membuat Jin Myung lelah dan Jin Myung hanya tersenyum.
Mereka kemudian mendengar suara ayah memanggil mereka untuk bekerja dan mereka memutuskan kembali.
Anak-anak bekerja kembali. Ye Eun kelihatan tidak sehat, Jin Myung bertanya apakah sakit lambungnya kambuh, Ye Eun mengatakan bukan apa-apa.
Ye Eun terus mencoba bekerja tapi ia memang terlihat kesakitan menahan sesuatu.
Di rumah, ayah dan ibu sedang mengepak apel untuk dijual. Ibu terlihat kelelahan jadi ayah menyuruhnya istirahat. Ibu senang sekali.
Ia kemudian masuk ke rumah melalui pintu dapur dan terkejut melihat Ye Eun ada disana, dengan centong nasi di tangannya, ia makan dari tempat nasi.
Ye Eun terkejut dan akan menjelaskan apa yang ia lakukan, ibu menyuruhnya diam, jangan berisik supaya jangan ketahuan.
Ibu mendesah dan mengatakan ia sudah menduganya, karena Ye Eun makan sedikit sekali, pekerjaan memetik apel sangatlah melelahkan.
Ye Eun menutup tempat nasi dan mengatakan kalau makan terlalu banyak apel membuat asam lambungnya naik. (LOL, kebetulan sebelum membuat sinopsis ini aku terlalu banyak makan jambu biji dan asam lambung naik juga XD ).
Ibu kemudian bertanya apakah pria yang memakai kaca mata itu pacar Ye Eun dan Ye Eun membenarkan (OMG, kapan mulai pacarannya? HAHAHHAHA).
Ibu tersenyum dan mengatakan di depan pacar sebaiknya jangan makan terlalu banyak, ia tahu hal itu, ia akan menjaga rahasia Ye Eun.
Tapi ia juga ingin Ye Eun menjaga rahasianya, mengenai ia yang sedang istirahat disini. Ye Eun mengerti.
Ibu kemudian ingin melanjutkan istirahatnya tapi ia melihat Ye Eun yang masih berdiri dengan sendok nasi dan memutuskan bangkit. Ia mengambil sendok nasi itu dan mengomel makan dengan nasi saja mana ada rasanya.
Ibu mengambil mangkuk besar dan memasukkan nasi disana, sisa lauk, kimchi, saos dan lain sebagainya, jadilah nasi campur, nasi burung kalau kata Lee Young Jae HAHHAAHAHAH.
Ia menyuruh Ye Eun makan itu dan ibu malah ikutan makan bersamanya HAHHAHAHAHA. Ibu mengatakan kalau itu enak sekali, dan Ye Eun menatapnya.
Ye Eun bahkan belum makan setengahnya tapi ibunya malah menyuruhnya berhenti makan, karena Ye Eun akan gemuk kalau kebanyakan makan.
Ia juga protes karena ia sudah tahu pelaku sms terror itu adalah teman Ye Eun dan menyalahkan Ye Eun karena salah memilih teman dan bla bla bla.
Setelah itu, Ia kencan dengan Ho Chang, mereka memesan makanan banyak sekali. Ye Eun terus makan dan makan sementara Ho Chang asik bercerita mengenai program yang ia tangani.
Sampai Ye Eun sadar kalau ia hampir menghabiskan semua makanan yang ada disana.
Ia memarahi Ho Chang karena tidak menghentikannya. Ho Chang meminta maaf. Ye Eun khawatir berapa kalori yang ia makan, Ho Chang malah nggak tau situasi ingin searching kalori toppokki HAHHAHAHAHA.
Ye Eun khawatir dengan berat badannya, Ho Chang mengatakan kalau Ye Eun sudah langsing, jadi jangan khawatir. Ye Eun mengatakan kalau Ho Chang tahu berapa beratnya, Ho Chang pasti akan kaget.
Ho Chang malah bertanya berapa dan Ye Eun marah HAHHAHAHAHHAHA.
Ho Chang orangnya lurus-lurus aja, dia nggak peduli masalah gituan LOL
Dan begitulah setelah hari itu Ye Eun diet dan olahraga di rumah.
Ngakak banged dia olahraga beberapa menit dan langsung menimbang berat badan. Dia teriak sendiri karena angkanya sangat tinggi LOL
Emang berat badan sebegitu mengerikannya kah?
Aku malah kesulitan menaikkan berat badan, makan semua yang aku suka, ini dan itu, beratnya tetap segitu wkkkwkwkwkw.
Kembali ke rumah keluarga Eun Jae, Ye Eun dan ibu makan dengan lahap. Ia tak peduli lagi masalah berat badan dan diet.
Ia terus makan dan makan.
Di kebun apel, anak-anak yang lain terus bekerja.
Mata Jin Myung kembali mencari Ye Eun, ia tak menemukannya dan bertanya pada HO Chang, Ho Chang juga tidak yakin dia kemana, ia mengatakan sepertinya kesana, menunjuk ke satu arah.
Jin Myung memutuskan mencari Ye Eun, ia kemudian terkejut melihat seseorang berbaju kuning pingsan di bawah pohon apel. Jin Myung segera berlari kesana, ia sangat khawatir, tapi ternyata itu hanya boneka.
Ibu dan Ye Eun kembali ke kebun saat semuanya sedang beristirahat.
Eun Jae protes karena ibunya menghilang, padahal tuan rumah tapi bermalas-malasan.
Ibu yang awalnya mau merahasiakan mengenai Ye Eun malah mengatakan kalau ia dari rumah membuatkan makanan untuk Ye Eun HAHAHHAH.
Ia juga mengatakan ia sudah tua pinggangnya sakit, tapi Eun Jae protes padahal ibunya sering bilang kalau ia masih muda HAHAHHAHAH.
Ibu kesal karena Eun Jae hanya mengomelinya. Ia kemudian menunjuk Jin myung yang baru datang juga bermalas-malasan wkkwkwkwkw. Mamanya Eun Jae sama sekali nggak berubah.
Setelah ibu Eun Jae pergi, Jin Myung bergabung dengan mereka.
Ye Eun kemudian merasa ada air menetes, padahal tidak hujan. Eun Jae mengatakan kalau itu adalah urin-nya tonggeret. Ye Eun tentu saja terkejut HAHAHAHAHAH. Eun Jae yakin karena barusan tonggeret terbang diatas mereka.
Tapi Ye Eun mengatakan tonggeret mana mungkin terbang sambil pipis. Haeimdal mengatakan burung saja bisa pop sambil terbang HAHAHHAAHHA.
Jo Eun mengatakan kalau ia mendengar umur tonggeret itu sangat singkat, katanya hanya seminggu.
Eun Jae membenarkan, saat masih menjadi pupa, dia hidup selama 7 tahun. Tapi setelah menetas hanya bisa hidup 7 hari.
Jo Eun merasa kasihan. Ye Eun mengatakan karena itu tonggeret menangis terus, karena merasa tidak adil.
Semuanya terdiam.
Yang lain terkejut dan menatap Yoon sunbae, mereka bertanya apa maksud Jin Myung.
Jin Myung berkata, pada saat masih menjadi pupa, mungkin tonggeret itu lebih bahagia. Mungkin pupa yang menetas menjadi toggeret itu adalah masa uzurnya.
Yang lain terdiam dan berfikir.
Haeimdal menatap Jin Myung. Jin Myung bertanya kenapa, Haeimdal mengatakan bukan apa-apa. Ia bangkit dan bersiap bekerja. Diikuti oleh yang lain.
Anak cewek memutuskan untuk mandi bersama-sama. Jo Eun tampak mengkhawatirkan sesuatu.
Anak cowok istirahat menunggu para cewek selesai mandi. Haeimdal dan Jang Hoon masih saja bersaing, Haeimdal mengejek Jang Hoon yang kelelahan hanya bekerja seperti itu.
Mereka kemudian membicarakan Haeimdal yang berasal dari Incheon, ia ke Seoul saat lulus SMP dan ini adalah tahun ketujuhnya di Seoul.
Saat mereka bicara, tiba-tiba mereka mendengarkan suara anak cewek mandi. Para cewek mandi berisik banged dan kebetulan dekat dengan tempat mereka.
Mereka malah berbaris mendengarkan para cewek yang memuji kulit lah dan lain sebagainya HAHHAAHAAH anak cowok sok bicara padahal mereka mendengarkan anak cewek.
Mereka kemudian dikagetkan dengan Ayah yang memanggil mereka untuk menggunakan kamar mandi lainnya HHAAHHAHAHAHHAHAHHA.
Dasar cowok.
Yoon sunbaeeeeee
BalasHapusKalau di season 1 kita kebanyakan liat bagaimana ji won nghibur eun jae banget dan yg lainnya. Di season ini yoon sunbae yg udah kelar kesedihannya dan bahkan dpt pacar, yang bertindak. Semepet mikir mungkin emang season 1 aja sidah cukup kalo urusan ji won selese. Sayangnya nggak...
Padahal saya beneran ga mudeng soal cerita trauma eun jae di season 1 yg cukup mendominasi hingga akhir hahahahha